Onno W. Purbo ‎@internetsehat: tweeps/fb'er/blogger/onliner di pekanbaru, makassar, ambon, madura, palembang ! yuk kopdar+ngobrol santai sore2. info http://t.co/juu18vg 20 Topik Penting Seputar Peramban dan Dunia Web www.20thingsilearned.com

Pages

Jumat, Agustus 5

Gadis Jelita Menjadi Nama Jalan By Republika Newsroom


Pada abad ke-18 di Batavia (Jakarta Tempo Doeloe), banyak nama jalan dan gang mengacu pada nama tokoh masyarakat yang tinggal di tempat tersebut, seperti pengusaha, tuan tanah, ulama, pendeta, dan tidak ketinggalan gadis jelita ikut tertera dalam peta Ibu Kota. Jalan Sabang di Jakarta Pusat merupakan kawasan pertokoan terkenal. Boleh dikata, perdagangan di sini sibuk selama 24 jam.

Pada masa Belanda, jalan ini bernama Laan Holle. Holle adalah warga Belanda yang tidak dikenal juntrungannya tinggal di sini. Jalan yang bersebelahan dengan jalan pro tokol Thamrin sampai tahun 1980-an jadi langganan banjir. Pada 1930-an, ketika hujan deras sehari semalam, penghuninya mengungsi di atap-atap rumah.

Tentu saja Jl Thamrin yang ketika itu belum beraspal ikut-ikutan banjir karena sampai 1980-an air masih selalu menggenangi sehingga menyebabkan laju kendaraan Pak Harto ke Istana sering kali terhambat hingga Jl Thamrin. Selain itu, juga ditinggikannya aliran sungai dari bendungan Manggarai yang menuju Istana dialihkan. Akibatnya, pernah timbul protes karena daerah yang semula aman dari banjir kini kebanjiran. Klub Harmoni yang kini menjadi bagian Sekretariat Negara tidak asing bagi warga Jakarta. Berhadap an dengan Istana Negara terdapat Jalan Juanda (dulu Noordwijk).

Jalan Juanda III ketika itu bernama Gang Thiebault . Dari nama Alfred Thibault pengelola tempat pertemuan dan hiburan bergengsi Harmoni khusus bagi warga Belanda. Dia mulai berkarier di Batavia sejak 1852. Dari Klub Harmoni, dia kemudian menge lola klub hiburan Concordia di Lapangan Banteng (kini bagian dari Depkeu).

Chaulan Weg kini menjadi Jalan Kemakmuran. Letaknya berbelok ke arah kiri dari Jalan Hayam Wuruk. Chaulan warga Prancis yang kemudian membangun Hotel des Indes hotel paling mewah di Jakarta sebelum Bung Karno membangun Hotel Indonesia (1960). Di dekat Jl Kemakmuran, terdapat Jalan Zainul Arifin Dalam. Pada masa Belanda, bernama Brandweerweg karena terdapat kantor pusat Pemadam Kebakaran yang bertahan hingga kini.

Brandweer dalam Belanda berarti pemadam kebakaran.Masih di jurusan yang sama terdapat Jalan Alandrus. Pada masa Belanda, bernama Alaydruslaan, mengacu pada nama Habib Abdullah bin Husin Alaydrus. Dia sangat tajir. Pada masa jayanya, hampir seluruh tanah dan bangunan di Jalan Hayam Wuruk dan Gajah miliknya. Dia juga seorang pejuang dan dermawan.

Ketika berkecamuk perang Aceh melawan Belanda, dia mengi rimkan senjata untuk para pejuang Aceh. Dia juga mendirikan Masjid An-Nawir (cahaya) di Pekojan, Jakarta Barat, ketika itu menjadi kampung Arab. Dia memberikan dana besar untuk madrasah modern Jamiatul Khair yang masih berdiri di Tanah Abang dan Arabitah Alawiyah.

Sekarang ini, keturunannya sendiri banyak yang mendiami rumah kontrakan karena tanahtanah dan rumah-rumahnya sudah diambil oleh pihak Belanda. Nama jalan atau gang di Jakarta memang aneh-aneh. Ada seorang gadis remaja bernama Leonie saking cantik dan moleknya bak penyanyi dan bintang sinetron Agnes Monica dijadikan nama gang: Gang Leonie (kini Jalan Bekasi Timur III). Leonie memang terkenal kemolekannya. Konon, bila dia minum, airnya kelihatan masuk kerongkongannya. Karenanya, tiap sore ketika Leonie minum kopi di depan kediamannya, banyak pemuda yang sengaja lewat.

0 komentar:

My Blog List

Total Pageviews

Jumat, Agustus 5

Gadis Jelita Menjadi Nama Jalan By Republika Newsroom


Pada abad ke-18 di Batavia (Jakarta Tempo Doeloe), banyak nama jalan dan gang mengacu pada nama tokoh masyarakat yang tinggal di tempat tersebut, seperti pengusaha, tuan tanah, ulama, pendeta, dan tidak ketinggalan gadis jelita ikut tertera dalam peta Ibu Kota. Jalan Sabang di Jakarta Pusat merupakan kawasan pertokoan terkenal. Boleh dikata, perdagangan di sini sibuk selama 24 jam.

Pada masa Belanda, jalan ini bernama Laan Holle. Holle adalah warga Belanda yang tidak dikenal juntrungannya tinggal di sini. Jalan yang bersebelahan dengan jalan pro tokol Thamrin sampai tahun 1980-an jadi langganan banjir. Pada 1930-an, ketika hujan deras sehari semalam, penghuninya mengungsi di atap-atap rumah.

Tentu saja Jl Thamrin yang ketika itu belum beraspal ikut-ikutan banjir karena sampai 1980-an air masih selalu menggenangi sehingga menyebabkan laju kendaraan Pak Harto ke Istana sering kali terhambat hingga Jl Thamrin. Selain itu, juga ditinggikannya aliran sungai dari bendungan Manggarai yang menuju Istana dialihkan. Akibatnya, pernah timbul protes karena daerah yang semula aman dari banjir kini kebanjiran. Klub Harmoni yang kini menjadi bagian Sekretariat Negara tidak asing bagi warga Jakarta. Berhadap an dengan Istana Negara terdapat Jalan Juanda (dulu Noordwijk).

Jalan Juanda III ketika itu bernama Gang Thiebault . Dari nama Alfred Thibault pengelola tempat pertemuan dan hiburan bergengsi Harmoni khusus bagi warga Belanda. Dia mulai berkarier di Batavia sejak 1852. Dari Klub Harmoni, dia kemudian menge lola klub hiburan Concordia di Lapangan Banteng (kini bagian dari Depkeu).

Chaulan Weg kini menjadi Jalan Kemakmuran. Letaknya berbelok ke arah kiri dari Jalan Hayam Wuruk. Chaulan warga Prancis yang kemudian membangun Hotel des Indes hotel paling mewah di Jakarta sebelum Bung Karno membangun Hotel Indonesia (1960). Di dekat Jl Kemakmuran, terdapat Jalan Zainul Arifin Dalam. Pada masa Belanda, bernama Brandweerweg karena terdapat kantor pusat Pemadam Kebakaran yang bertahan hingga kini.

Brandweer dalam Belanda berarti pemadam kebakaran.Masih di jurusan yang sama terdapat Jalan Alandrus. Pada masa Belanda, bernama Alaydruslaan, mengacu pada nama Habib Abdullah bin Husin Alaydrus. Dia sangat tajir. Pada masa jayanya, hampir seluruh tanah dan bangunan di Jalan Hayam Wuruk dan Gajah miliknya. Dia juga seorang pejuang dan dermawan.

Ketika berkecamuk perang Aceh melawan Belanda, dia mengi rimkan senjata untuk para pejuang Aceh. Dia juga mendirikan Masjid An-Nawir (cahaya) di Pekojan, Jakarta Barat, ketika itu menjadi kampung Arab. Dia memberikan dana besar untuk madrasah modern Jamiatul Khair yang masih berdiri di Tanah Abang dan Arabitah Alawiyah.

Sekarang ini, keturunannya sendiri banyak yang mendiami rumah kontrakan karena tanahtanah dan rumah-rumahnya sudah diambil oleh pihak Belanda. Nama jalan atau gang di Jakarta memang aneh-aneh. Ada seorang gadis remaja bernama Leonie saking cantik dan moleknya bak penyanyi dan bintang sinetron Agnes Monica dijadikan nama gang: Gang Leonie (kini Jalan Bekasi Timur III). Leonie memang terkenal kemolekannya. Konon, bila dia minum, airnya kelihatan masuk kerongkongannya. Karenanya, tiap sore ketika Leonie minum kopi di depan kediamannya, banyak pemuda yang sengaja lewat.

Tidak ada komentar:

Makanan buka puasa apa yg anda sukai

Powered By Blogger

Labels

Labels

Labels

Ads 468x60px

Featured Posts

Banner

Kumpulan cerita motivasi, cerita penyemangat, cerita untuk melihat kedalam diri dalam proses perbaikan dan pembelajaran diri maupun artikel motivasi

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Photo Memory

Photo Memory
Aku Putri'ku

Flickr

Featured Content

Blogger news

Abas baskara d/a:desa tanjungsari timur rt/w:15/03 Kac : cikaum Kab : Subang

Top Menu

About

Get Gifs at CodemySpace.com

MP3 ISLAMI

Popular Posts

Text


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More